Masa-masa SMA adalah masa dimana puncak kita untuk bisa merasakan dan menikmati puncak nya bermain dan berkumpul bersama teman-teman yang sudah kita kenal dari awal kita mulai memasuki jenjang SMA ini, dan tentu nya banyak sekali kenangan yang bagus dan memalukan untuk di ingat. Tetapi saya sudah kenal dengan teman-teman saya dari saya TK sampai SMA. Kebetulan sekolah saya adalah sekolah swasta Katolik di Kota Cirebon yang menyediakan tempat sekolah mulai dari TK sampai SMA di dalam satu komplek yang sekolah yang cukup besar, dan di dalam nya terdapat Biara dimana suster-suster Katolik tersebut tinggal di dalamnya.
Pada tahun 2018 saya meninggalkan sekolah ini karena saya harus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi agar bisa membanggakan orang tua karena bisa melanjutkan pendidikan di tingkatan yang lebih tinggi. Setelah saya lulus dari SMA, saya mencari-cari Universitas yang saya suka, banyak nama-nama Universitas yang sudah ada di kepala saya dan sudah beberapa juga yang mulai saya pertimbangkan. Karena pada saat saya masih menjadi siswa, pihak sekolah mengadakan Expo Universitas untuk bisa melihat-lihat bagaimana kualitas dari setiap kampus. Dan akhirnya Expo tersebut berguna bagi saya untuk bisa memilih kampus mana yang saya inginkan.
Singkat cerita, saya memilih Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Pada tanggal 4 Agustus saya menjalankan test sebagai syarat agar bisa menjadi mahasiswa di Unika, lalu selang beberapa hari saya mendapatkan hasil bahwa saya keterima menjadi mahasiswa Unika untuk Angkatan 2018, lalu saya ceritakan pada orang tua dan ternyata mereka pun senang. Akhirnya pada tanggal 13 Agustus saya mencari info tentang kost-kostan yang ada di sekitar kampus, mudah saja karena teman saya memang sudah ada yang stay disana karena sudah mulai ospek duluan, dan saya memilih 1 komplek kost dengan teman saya ini.
Pada keesokan hari nya adalah hari pra-ospek yang diadakan hanya satu hari, sebelumnya sudah diadakan pra-ospek untuk mahasiswa baru yang sudah mengikuti gelombang ujian pada bulan-bulan sebelumnya. Karena saya mengikuti pada gelombang terakhir jadi saya hanya mengikuti pra-ospek hanya satu hari, dan disitu semua dijelaskan dari peraturan kampus, kegiatan kampus, perkenalan beberapa dosen dan lain-lain. Setelah semua nya sudah di jelaskan semua, saya pulang ke kost dan langsung beres-beres kamar karena dari hari pertama kemarin belum sempat untuk memindahkan baju, celana, dll.
Saya pergi ke Semarang hanya membawa Koper saja dan beberapa sepatu, karena sebenarnya memang belum di siapkan dan terkesan mendadak untuk datang ke Semarang ini, pesan kost nya saja beberapa jam sebelum berangkat ke stasiun Cirebon. Malam pertama hidup sendiri pun tiba, disini saya merasa bahwa mental saya belum siap untuk bisa pergi jauh dari rumah, karena pada saat itu saya adalah orang yang memang dekat dengan orang tua dan merasa tidak bisa apa-apa jika tidak ada orang tua yang tinggal bersama saya, akhirnya saya meneteskan air mata karena saya merasa rindu rumah, rindu kamar yang selalu di tempati saat malam hari. Saya bercerita via telepon pada teman yang biasa saya suka cerita banyak hal, saya bilang kalau saya belum siap untuk hidup mandiri, saya bilang ingin pulang saja. Teman saya pun menguatkan saya agar tetap bertahan karena mungkin ini hanya memang perasaan malam pertama saja karena jauh dari rumah dan hidup mandiri yang apa-apa dilakukan sendiri, mencari makan, minum, dll serba sendiri. Dan saya pun tenang lalu saya tidur untuk mempersiapkan besok pada hari ospek pertama.
Di ospek pertama ini, saya berjalan dari kost sampai kampus lalu melakukan upacara pembukaan untuk Mahasiswa Baru. Di kampus ini saya melihat kakak tingkat saya yang pernah saya lihat juga waktu di SMA, memang ada beberapa kakak tingkat yang dulu nya satu sekolah dengan saya dan melanjutkan kuliah nya di kampus yang sama juga. Selesai upacara dilanjukan dengan acara ospek kampus, dimana acara nya adalah menceritakan semua hal tentang kampus melalui dosen-dosen yang ada sekaligus berkenalan dengan dosen yang akan saya temui setiap hari nya. Banyak sekali informasi yang bermanfaat dan menambah pengetahuan saya tentang kampus ini, dan tidak terasa waktu sudah sore lalu saya pulang kembali ke kost dan ospek hari pertama selesai.
Sampai kost saya memesan makanan lewat ojek online, dan lagi-lagi rasa kesepian saya pun kembali datang dan membuat saya sangat gelisah. Karena saya tidak terbiasa dengan suasana yang sepi, di rumah selalu ramai dan saya makan selalu di depan tv. Sekarang saya sudah tidak bisa kembali melakukan kegiatan itu karena di kamar kost saya tidak ada tv. Lalu saya kembali mencoba untuk berbicara kepada diri saya sendiri bahwa saya bisa melewati ini semua asal jangan terlalu di rasa dan di pikirin. Saya pasti bisaaa!
Hari kedua ospek pun tiba, saya bangun pagi dan langsung kembali jalan ke kampus. Pada hari kedua ini agenda acaranya adalah ospek jurusan yang dilakukan secara terpisah sesuai dengan jurusan kuliah masing-masing, karena saya jurusan ilmu komunikasi jadi saya mengikuti ospek jurusan ilmu komunikasi dengan nama fakultas hukum komunikasi atau FHK.
Di awal acara kita di perkenalkan dengan dosen-dosen sampai dekan di fakultas ini, satu persatu pun memperkenalkan diri. Selesai perkenalan dosen dilanjutkan acara di dalam kelas yang dihadiri oleh beberapa dosen sebagai pembicara dan kakak-kakak tingkat yang menjadi panitia. Pada menjelang pulang kami semua diajarkan yel-yel fakultas dengan tujuan akan di tampilkan pada upacara penutupan hari ketiga ospek, yang nanti nya semua fakultas pun melakukan hal yang sama. Setelah berlatih dan semuanya sudah bisa melakukannya, kami semua bisa pulang dan saya pun langsung balik ke kamar kost.
Pada malam hari nya saya merasa tidak sanggup untuk bisa melanjutkan masa ospek ini dan saya akhirnya menelpon mama saya untuk bilang bahwa saya ingin kembali ke rumah saja karena saya merasa saya belum sanggup mental nya untuk menghadapi dunia perkuliahan, mama saya sempat sedikit marah karena ini adalah bukan tingkatan yang main-main, saya harus bisa berpikir dulu sebelum mengambil keputusan. Dan sayang nya keputusan saya adalah untuk kembali ke rumah dan akan membuat surat pengunduruan diri sebagai mahasiswa, dan mama saya pun menyerahkan semua keputusan nya kepada saya dan saya sudah memutukan.
Hari ketiga ospek, saya bertekad untuk tidak datang ke kampus karena saya ingin membuat surat pengunduran diri. Dan saya pun tidak tahu pada saat itu apa yang saya pikirkan sampai bisa saya berani untuk tidak datang pada ospek hari terakhir. Siang nya saya datang ke kampus dengan pakaian bebas dan menghadap ke ruangan administrasi, saya bertemu dengan orang administrasi tersebut dan saya menceritakan semua apa yang saya ingin ceritakan. Sempat terjadi penawaran dari pihak kampus agar saya bisa mencoba bertahan sampai 3 bulan untuk merasakan dunia perkuliahan dan sampai di datangkan kakak tingkat dari kota dan satu sekolah yang sama dengan saya agar bercerita bagaimana dunia perkuliahan dan hidup mandiri.
Tetapi keputusan saya sudah bulat, bahwa saya ingin keluar dari kampus ini dan akhirnya saya di minta untuk membuat surat pengunduruan diri sebagai mahasiswa oleh kampus. Lalu saya kembali pulang ke kost dan langsung membuat surat pengunduran diri saya dan langsung saya kirimkan ke kampus.
Pada tanggal 17 agustus 2018 saya akhirnya kembali pulang ke Kota Cirebon. Selama dirumah, saya mencoba untuk mencari kesibukan dan saya pun magang bekerja di salah satu tempat alat-alat proyek besar, selama beberapa bulan saya bekerja saya pun merasa menyesal dengan keputusan saya itu dan benar-benar sangat saya sesalkan keputusan tersebut. Dan menjadikan pembelajaran bahwa jangan mengambil keputusan disaat emosi sedang tidak stabil.
Comments
Post a Comment